Kenangan demi kenangan memimpikan langkahku
Angin kurasa menyertai di sisiku
Tetapi aku tetap termangu
Berdiri di antara dua prasangka
Jauh di masa silam aku berbayang.Tetapi kini
Cahaya di matanya kurasakan asing
remaja-remaja yang kupapas,orang lain
dan kini ada jalan simpang ke utara
jauh di masa silam aku bermukim di matanya
tetapi kini adakah tempat bagiku
kutahu segala yang menyerap di jantung uratnya
bukan yang menyerap dalam jiwa ragaku
tinggal satu hal mendorong langkahku
kuyakin ia dan aku tetap menahan yang kekal
hasrat menuju yang lebih baik
jauh di masa silam aku anak bengalnya
kini kurasa masih akan tetap aku anak yang dulu
aku tetap lawannya dalam satu hal
karibnya dalam lain soal

Tidak ada komentar:
Posting Komentar